#1 Jurnal Introvert: Ambisi

Kenapa semua orang sangat ambisius?

Sebenarnya tulisan ini seperti menyambung dari tulisan sebelumnya mengenai keserakahan. Mungkin karena saya terlalu santai dan cepat kehilangan rasa semangat, saya jadi cepat heran dengan banyak orang yang masih bisa mempertahankan panasnya api dalam jiwa mereka.

Bagaimana orang-orang masih menggunakan transportasi umum walaupun mereka tahu beberapa hal di dalamnya tidak membuat kita cukup nyaman.

Orang masih menggunakan kendaraan bermotor dan berjam-jam melewati padatnya lalu lintas serta kemacetan namun masih biasa saja selama bertahun-tahun.

Juga berani untuk menyenggol orang lain walaupun tahu itu adalah perbuatan yang tidak enak untuk didengar dan dilakukan, hanya demi tujuan tertentu.

Bahkan memiliki tujuan untuk melakukan hal tidak terpuji dengan cara apapun.

Keadaan dan Perempuan

Saat saya liat contoh seorang ibu rumah tangga yang masih sibuk untuk mempersiapkan dirinya berangkat bekerja di subuh hari, saya merasa heran. Bukankah dia sudah merasakan segalanya di umur yang sudah cukup matang, mungkin sekitar kepala empat menuju kepala lima.

Sebenarnya jika ditanyakan kepada orang yang saya kenal, mereka akan bilang, daripada di rumah gak ngapa-ngapain. Iya juga sih, untuk beberapa orang memang lebih bosan berada di rumah. Apalagi untuk ukuran ibu rumah tangga yang anaknya sudah mulai mandiri.

Namun hal yang membuat saya bingung juga, memangnya tidak ada hal yang bisa dikerjakan di rumah?

Seakan saat sudah di rumah kita tidak bisa mengerjakan apapun dan terkungkung dengan empat sisi tembok.

Oke mungkin itu adalah alasan lain penunjang faktor utama yaitu membantu cari uang. Uang mungkin adalah alasan yang pas untuk seorang ibu rumah tangga yang berkarir. Bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk anaknya.

Jika seperti itu caranya mungkin saya akan setuju saja, namun hal yang saya kurang pahami adalah bagaimana mereka sangat serius mencari uang. Seperti tidak bisa memperhatikan anak karena mencari uang, atau membuat diri sendiri lelah karena bekerja alhasil keadaan rumah berantakan dan tidak terkontrol.

Ada suatu kutipan dari drama Korea yang berbunyi, seorang ibu rumah tangga yang berkarir biasanya hanya bisa menguasai satu tempat saja. Maksudnya adalah jika dia sukses berkarir dan memiliki prospek yang cemerlang di tempat kerja biasanya dia memiliki permasalahan di rumah. Begitu juga sebaliknyam jika seorang ibu rumah tangga sukses di rumah ia biasanya memiliki setidaknya masalah di tempat kerja.

Jadi apakah itu adalah keserakahan, ambisius, atau tuntutan dari keadaan? Bisa jadi semuanya.

Saat ini saya berpikir secara maju untuk antisipasi bagaimana saya menghadapi kehidupan saya setelah menikah, mumpung masih sendiri.

Maka dari itu saya mulai menulis blog, dan membuat hal kreatif lainnya yang mungkin berguna untuk nantinya di masa depan yang saya sendiri tidak tahu akan seperti apa.

Ambisius Untuk Verifikasi Diri

Saya tidak tahu apa istilah yang benar, tapi rasanya sih itu. Verifikasi.

Seseorang seperti sedang membuat dirinya yakin dan percaya atas apa yang dirinya ingin personalisasikan, atau apa yang ingin orang lain liat padanya. Seakan itu adalah salah satu cara untuk meyakinkan akan kinerja yang telah ia lakukan dan harus menjadi salah satu hal yang membuat dirinya terasa berarti.

Contoh, jika saya menjadi seorang karyawan, saya merasa bisa memberikan kontribusi yang besar untuk perusahaan. Bahkan walaupun saya sendiri tidak tahu apa manfaatnya buat saya, saya akan lembur dan mengerjakan apapun yang bisa saya kerjakan meskipun tidak terlalu penting. Karena saya ingin orang melihat saya sebagai karyawan yang rajin dan pekerja keras.

Tidak Masalah Bekerja Keras

Mungkin jika ada seorang yang workaholic membaca tulisan di atas, pasti bakalan kesal dan merengut bacanya. Namun saya tekankan saya tidak ingin ngajak ribut atau nyindir siapapun. Hanya saja beberapa kali saat bekerja(ya saya juga seorang karyawan biasa), saya sering bertanya-tanya dalam hati, untuk apa saya melakukan ini?

Mungkin orang akan selalu berkata demi uang, gaya hidup, atau sebagainya. Tapi saya selalu merasa jawaban itu tidak cukup.

Walaupun begitu saya bisa katakan bahwa, tidak masalah untuk bekerja keras. Orang sukses di luar sana melakukan kerja keras yang hasilnya tidak mengkhianati usaha mereka. Namun sama halnya dengan beristirahat, tidak masalah jika kamu mau berhenti sejenak.

Beberapa orang memiliki tujuan yang sama dan ada juga yang berbeda. Entah tujuan dalam bekerja atau misi pribadi dalam menjalani hidup.

Ada yang leha-leha dan tidak memikirkan hal menekan jiwa, namun bisa hidup secukupnya. Ada yang hobi bekerja walaupun tidak semua hal di dunia ini ingin dimiliki. Ada yang ingin mengejar impian atau cita-cita dengan bekerja dan menabung. Atau ada pula yang ingin melancong di akhir tahun dengan lembur sampai pagi.

Semuanya memang terserah kita, ini adalah kebebasan.

Kesimpulan

Kenapa bikin tulisan ini?

Saya hanya penasaran dan memikirkan hal ini cukup lama, apa alasan banyak orang bisa menjadi begitu ambisius.

Silahkan klik blog Jurnal Introvert: Dibuka jika kamu baru sampai di tulisan ini.

Photo by jesse orrico on Unsplash

Leave a Comment