November 24, 2020
#5 Review Buku: Pembunuhan di Sungai Nil

#5 Review Buku: Pembunuhan di Sungai Nil

Sinopsis dari Goodreads

Gadis itu terbaring miring. Posisinya wajar dan tenang. Tapi di atas telinganya ada lubang kecil dengan bekas darah kering di sekelilingnya. Kemudian pandangan Poirot tertuju pada dinding putih di depannya dan ia menarik napas dalam-dalam. Dinding putih bersih itu dikotori huruf “J” berwarna merah kecokelat-cokelatan yang ditulis dengan gemetar. Poirot membungkuk di atas mayat gadis itu dan dengan hati-hati mengangkat tangan kanan si gadis. Salah satu jarinya bernoda merah kecokelatan….

Review

Sebenarnya saya sudah cukup tertantang untuk membaca karya dari Agatha Christie. Sebelumnya saya sudah baca yang judulnya Misteri di Styles, Musuh Dalam Selimut. Permulaan tersebut membuat saya sadar betul kalau alur dari cerita bukunya Agatha Christie ini memang lambat. Sepertinya banyak yang setuju tentang hal ini.

Sama seperti di dalam kasus Musuh Dalam Selimut, cerita Pembunuhan Di Sungai Nil ini memang sedikit membuat pusing karena banyaknya nama tokoh yang terlibat dalam cerita ini.

Saya sedikit bingung dengan tokoh-tokoh lainnya yang tidak terlalu menonjol tapi mungkin bersinggungan dengan kasus kematian Linnet. Ya korban yang sesungguhnya adalah Linnet.

Linnet disini adalah seorang pewaris harta, ia masih muda, cantik, dan kaya-raya. Ia memiliki segalanya. Suatu ketika seorang teman lama bernama Jacqueline de Bellefort atau Jackie meminta tolong kepadanya untuk memberikan pekerjaan untuk tunangannya yang bernama Simon Doyle. Cerita berkembang menjadi lebih parah ketika Linnet yang terpesona saat bertemu dengan Simon. Mereka diceritakan saling menyukai dan menikah.

Disinilah yang membuat saya terkejut. Linnet gadis kaya yang punya segalanya dengan tega merebut tunangan temannya. Lebih heran lagi adalah Simon yang terlihat tidak mau diganggu oleh Jackie. Parahnya lagi Jackie terlihat tidak bisa move on dan terus mengikuti pasangan baru itu pergi berulan madu sampai ke Mesir.

Linnet pun menurut saya sifatnya disini cukup nyebelin, karena terlihat sangat terganggu dan takut akan adanya Jackie yang terus mengikuti di sekitar mereka. Hal itu membuat Linnet mencoba mencari perlindungan dan berkonsultasi kepada detektif Hercule Poirot yang juga sedang liburan di kapal karnak itu saat di sungai nil.

Disini Hercule Poirot mulai menginterogasi Jackie, dan motifnya untuk membalas dendam kepada Linnet terasa nyata.

Mungkin semua orang akan mencurigai Jackie, tapi permasalahannya saat kejadiaan yang menimpa Linnet, Jackie tidak sedang sendirian dan ada yang sedang mengawasinya karena ia cukup shock setelah tak sengaja menembak Simon.

Simon pun tidak bisa dicurigai karena kakinya diceritakan tertembak oleh Jackie sehingga ia tidak bisa melakukan apa-apa.

Beberapa saksi yang diinterogasi dan dicurigai telah melihat pelaku dibunuh di kapal itu pun dibunuh hal ini menambah kebingungan orang-orang tehadap kasus ini. Namun kita tahu pastilah kebenaran dalam kasus selalu terkuak jika adanya kehadiran Hercule Poirot.

Saya juga dibuat bingung tentang mutiara milik Linnet yang ditukar dengan yang palsu. Awalnya mungkin kita bisa curiga bahwa pelaku pencuri kalung mutiara milik Linnet ini merupakan pelaku yang sama dengan pelaku pembunuhan. Namun cerita berlanjut dengan kecurigaan dan peran beberapa tokoh yang ditambahkan. Juga pelaku pencuri kalung mutiara tersebut langsung mengaku dan menyatakan bahwa dia pencurinya. Sehingga sebuah alibi untuknya tebuka, bahwa untuk apa sang pelaku menukar kalung tersebut, jika ia yang membunuhnya.

Sebenarnya jawaban tentang siapa pelaku yang membunuh Linnet sangat mudah untuk diketahui dan cukup simple untuk membuktikannya. Namun sang penulis sangat pintar membelit cerita hingga sedemikian rupa. Situasi dan hubungan Linnet dengan orang di sekitarnya menambah kebingungan saya, mengenai pembunuhan susulan pun merupakan hal yang tak terduga. Jadi bisa saya simpulkan bahwa inti cerita ini cukup sederhana, hanya penulisnya, Agatha Christie terlalu hebat.

Death on The Nile atau Pembunuhan di Sungai Nil karya Agatha Christie ini saya beri 4 dari 5 bintang.

Saya baca buku ini di aplikas Ipusnas.
Resensi tambahan

Baca review buku lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *