November 24, 2020
Dream: Apa mimpimu? Apa cita-citamu?

Dream: Apa mimpimu? Apa cita-citamu?

Saat saya menulis ini saya baru sadar bahwa sebenarnya sudah lama saya ingin punya domain seperti ini. Sejak kelas 2 atau 3 SMA saya suka menulis. Tulisan simple seperti fanfiction. Ngomong-ngomong dulu saya masih anak baru yang suka KPOP dan fans berat SHINee Taemin. Kenapa saya tidak bisa tidak membicarakan Kpop ya? Karena saya tahu internet dan perkembangan teknologi bersama atau beriringan dengan Kpop. Pengetahuan saya entah kenapa menjadi luas karena negara itu.

Mungkin banyak yang tidak mau mengakui. Tapi saya jelas-jelas ingat bagaiman saya menulis fanfiction dengan cast beberapa penyanyi Kpop. Dari situ saya mulai tau blog numpang seperti wordpress dan tumblr. Saya mulai mempelajari estetika gambar dan repost atau retweet dari tumblr. Saya mulai tahu bagaimana informasi yang menyenangkan berkembang cepat seperti twitter. Memang awalnya berasal dari facebook, tapi yang membuat saya cepat mengikuti arus teknologi yaitu Kpop. Dari situ saya mulai penasaran dan tahu mengenai domain sendiri.

Sebenarnya saya mulai bercita-cita untuk menulis dari sana. Memulai blog sendiri dengan domain sendiri. Saya juga sudah paham adanya iklan dan kita bisa mendapatkan uang dari sana jauh sebelum youtube ramai seperti sekarang ini. Tapi mengapa saya baru memulai sekarang?

Mimpi terasa terlalu mewah.

Jika bisa diakui mimpi terasa terlalu mewah saat itu. Saya ingin ini dan itu jika saya punya modal. Itulah pikiran saya saat itu. Bisa dibilang saat saya mulai kerja saya hanya ingin kerja 2 atau 3 tahun, tapi lihatlah saya sekarang sudah hampir 7 tahun saya bekerja di tempat yang sama, dan baru sekarang saya bisa punya blog sendiri.

Terlalu banyak berpikir.

Jujur mikir memang hal yang saya sukai. Tipe MBTI saya adalah INTP, selalu mikir setiap saat saya sempat. Saya punya banyak cita-cita. Pengen ini dan itu, tapi tidak pernah action, kalaupun action saya selalu merasa santai.

akhirnya saya tahu bagaimana caranya mengikuti pikiran saya, yaitu journaling.

Saya tidak tahu apa impian saya, apa cita-cita saya yang sebenarnya.

Apakah kamu merasakan hal yang sama?

Apakah kamu bingung siapa dan apa kamu sebenarnya?

Jika tidak, berarti kamu benar-benar menikmati hidup apa adanya. Atau kamu memang sudah memiliki tujuan hidup yang jelas dan ambisius. Selamat kamu tidak seperti saya.

Saya tidak tahu apa impian saya.

Walaupun saya mengaku sebagai daydreamer, namun sebenarnya saya tidak memiliki cita-cita yang jelas berubah menjadi profesi. Misalkan, Dokter, PNS, Pegawai Bank, Guru. Mungkin dulu saat Sekolah Dasar saya pernah menjawab pertanyaan guru saya tentang cita-cita dan menjawab ingin menjadi guru, tapi saat menuju remaja saya sadar dan bingung menjadi guru seperti apakah saya?

Sungguh tidak mengenakan kan tidak punya cita-cita. Banyak orang bisa menganggur karena itu.

Tapi saya tidak. Saya bekerja walaupun gaji saya tidak besar, dan status saya tidak jelas, bahkan jika saya disuruh hal yang lain-lain seperti serabutan. Bisa dibilang kerja seperti kuli. Ya semua pegawai sekarang bisa disebut sebagi buruh kan, mengingat situasi akhir-akhir ini.

Karena saya tidak punya cita-cita, maka saya kerja seketemunya saja, walaupun mungkin saya terlihat tidak maju, tidak wow, tidak hebat dan mewah, saya bekerja karena saya tidak tahu mau jadi apa. Saya tidak tahu apa pandangan orang lain, tapi saya tidak mau jadi PNS, tidak punya nyali untuk bekerja di perusahaan besar, kantor keren yang bisa dipajang.

Bekerja apa saja, bermimpi apa saja.

Keuntungan saya karena tidak memiliki cita-cita, saya bisa bekerja apa saya. Saya bisa bermimpi apa saja. Tapi tidak mungkin mimpi besar seperti menjadi dokter dan sesuatu yang menjadi profesi kaku.

Mungkin Blogger bisa menjadi profesi, tapi saya tidak terlalu terikat dengan itu. Jika saya berhenti saya tidak malu. Saya tidak gengsi. Saya bisa melakukannya sendiri sesuai kemauan saya.

Kesimpulan

Saya sangat menghargai cita-cita besar. Mengakui orang yang ingin pekerjaan bagus dan keren, karena itu sangat bagus. Menganggap semua orang bisa saja merasa hilang di tengah jalan. Memikirkan banyak potensi bagi penganggguran. Dan menghargai peran pemerintah untuk mengatasi pengangguran. Tapi itu semua berasal dari dirimu sendiri.

Jadi, Apa mimpimu?

Cerita ini belum selesai.

Saya mendapat inspirasi mengenai blog ini dari lirik lagu BTS. Mari tunggu pembahasannya di blog selanjutnya.

💜Sinta, Moonchild & Daydreamer

Photo by Andreas Wagner on Unsplash

Baca tulisan saya yang lain: Blog
Akun sosial media
Instagram @sinmoonsun
Twitter @sinmoonsun
Komunitas
BTS Army Indonesia Amino: sinmoonsun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *